Pengadilan Bolehkan Pemeluk Yahudi Ibadah di Masjid Al Aqsa, Israel di Ambang Perang Antaragama

Anton Suhartono
Politikus senior Israel menyebut negaranya di ambang perang antaragama setelah pengadilan membatalkan perintah penahanan 3 warga Yahudi yang beribadah di Al Aqsa (Foto: Reuters)

YERUSALEM, iNews.id - Seorang anggota parlemen senior Israel (Knesset) menyebut negaranya di ambang perang antaragama. Pemicunya pengadilan Yerusalem pada Minggu kemarin membatalkan perintah penahanan terhadap tiga warga Yahudi yang beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa

Tempat suci ketiga bagi umat Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi itu juga dianggap suci oleh Yahudi dengan menyebutnya sebagai Bukit Bait Suci.  Padahal berdasarkan perjanjian Israel dengan otoritas Muslim, Yahudi dilarang beribadah di kompleks masjid.

Sementara itu kantor Perdana Menteri Naftali Bennett menyatakan akan mengajukan banding atas putusan yanh melanggar kesepakatan tersebut. Kondisi diperparah dengan rencana pawai bendera warga Israel pada pekan depan.

Bennett juga harus memutuskan apakah akan memberi lampu hijau untuk pawai bendera tahunan Israel di Kota Tua pekan depan atau melarangnya. Pasalnya ketegangan terus meningkat di Yerusalem.

Ram Ben Barak, kepala Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset menentang keputusan pengadilan. Dia juga mengungkapkan keprihatinan mengenai pemilihan rute pawai bendera yang mencakup kawasan Muslim, Kota Tua.

"Saya kira harus berhati-hati selama periode sensitif ini. Kita tidak boleh, dengan tangan sendiri, menyebabkan perang agama di sini atau segala macam provokasi yang bisa membakar Timur Tengah," katanya, kepada radio Kan. 

Politikus dari partai anggota koalisi pemerintah itu memperkirakan Bennett akan menunggu sampai malam untuk memutuskan rute terakhir pawai bendera guna mencegah konflik semaksimal mungkin.

Pawai bendera digelar untuk merayakan penaklukan Israel atas Kota Tua dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, tindakan yang tidak diakui secara internasional. Palestina juga memilih Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak saat Jalankan Misi Serang Iran, 6 Tentara Tewas

Internasional
2 hari lalu

Pidato Perdana Netanyahu sejak Perang: Iran Bukan Lagi Iran yang Sama setelah Serangan Israel

Buletin
2 hari lalu

Iran Luncurkan Rudal Penghancur 1 Ton ke Wilayah Israel dan Pangkalan AS

Buletin
2 hari lalu

Israel Dihujani Ratusan Rudal Hizbullah, Ribuan Warga Panik Selamatkan Diri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal