Pengadilan Kriminal Internasional Selidiki Kejahatan Perang di Palestina, Israel dan AS Murka

Djairan
Kondisi Tanah Palestina yang porak-poranda akibat perang dengan Israel. (Foto: AFP)

DEN HAAG, iNews.id - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) secara resmi akan membuka penyelidikan atas kejahatan perang di wilayah otoritas Palestina. Langkah tersebut disambut baik oleh Palestina namun dikecam oleh Israel.

ICC akan memeriksa kedua belah pihak, baik Israel dan Palestina, dalam berbagai konflik. Langkah itu menyusul keputusan pengadilan pada 5 Februari lalu, yang menyatakan ICC memiliki yurisdiksi dalam kasus tersebut, yang kemudian ditentang oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).

Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik penyelidikan oleh ICC. “Ini merupakan langkah yang telah lama ditunggu, memenuhi perjuangan tak kenal lelah Palestina dalam menuntut keadilan dan akuntabilitas,” ujar pihak kementerian, dikutip Reuters, Kamis (4/3/2021).

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan ICC anti-semitisme dan penuh ‘kemunafikan’. Dia menuduh ICC seolah-olah menutup mata terhadap kejahatan di Iran, Suriah dan negara-negara lain yang dia sebut melakukan kejahatan perang nyata.

“Tanpa yurisdiksi, diputuskan bahwa tentara pemberani kami sebagai penjahat perang, justru tentara kami mengambil setiap tindakan pencegahan, untuk menghindari korban sipil dari teroris terburuk di dunia yang sengaja menargetkan warga sipil,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, mengatakan keputusan itu tak berlandaskan moral dan cacat hukum. Sementara duta besar Israel untuk AS, Gilad Erdan, berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk melawan keputusan ICC yang dia sebut "memalukan".

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Operasi Militer terhadap Iran Selesai, AS Klaim Semua Tujuan Telah Tercapai

Internasional
3 jam lalu

Pasukan Israel Serang Ratusan Umat Kristen Palestina Rayakan Hari Raya St Georgius

Internasional
4 jam lalu

Harga Minyak Naik, Rupiah Melemah, Barel Sulit Dicari: Bagaimana Strategi Indonesia Seharusnya?

Internasional
4 jam lalu

AS Ngotot Iran Tak Boleh Produksi Uranium: Impor Saja!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal