Pengadilan Kriminal Internasional Tolak Permohonan Israel Batalkan Penangkapan Netanyahu

Anton Suhartono
Majelis banding Pengadikan Kriminal Internasional (ICC) menolak permohonan Israel menghentikan penyelidikan tuduhan praktik genosida (Foto: AP)

DEN HAAG, iNews.id - Majelis banding Pengadikan Kriminal Internasional (ICC) menolak permohonan Israel untuk menghentikan penyelidikan atas tuduhan praktik genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Penolakan terhadap tantangan hukum yang diajukan Israel ini merupakan pukulan telak bagi upaya negara Yahudi itu untuk menggagalkan kasus tersebut.

Dalam putusan yang dikeluarkan pada Senin (15/12/2025), para hakim menolak membatalkan keputusan pengadilan tingkat rendah yang mengizinkan jaksa ICC menyelidiki dugaan kejahatan perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi kelanjutan penyelidikan pengadilan terhadap Palestina, yang menyebabkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Israel tidak mengakui yurisdiksi pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, tersebut dan telah berulang kali membantah melakukan kejahatan perang di Gaza.

ICC juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada pemimpin Hamas Ibrahim Al Masri, namun kemudian mencabutnya setelah mendapat laporan yang kredibel mengenai kematiannya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?

3 hari lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

4 hari lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

4 hari lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal