Pengakuan Dokter Lebanon Rawat Korban Bom Pager: Banyak Bola Mata yang Harus Diangkat

Ahmad Islamy Jamil
Warga Lebanon menyumbangkan darah mereka untuk kebutuhan perawatan pasien korban ledakan massal pager di seluruh penjuru negeri itu, Selasa (17/9/2024). (Foto: AP)

Dalam beberapa tahun terakhir, Lebanon mengalami sejumlah krisis, termasuk ambruknya sistem keuangannya pada 2019 dan ledakan dahsyat di Beirut pada 2020. Semua peristiwa itu sangat membebani sistem perawatan kesehatan di negeri Arab itu.

Warrak pun menyoroti para dokter Lebanon yang terpaksa bekerja di luar negeri setelah krisis keuangan 2019 di negara itu. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka masih bekerja paruh waktu di Lebanon. Mereka bekerja di luar negeri selama beberapa minggu dan kemudian kembali ke tanah air mereka selama beberapa minggu berikutnya. 

"Semoga saja ini akan segera berakhir, dan semoga saja perang yang buruk ini tidak meluas menjadi perang regional (di Timur Tengah)," ucapnya berharap.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
14 jam lalu

Palestina: Militer Israel Kuasai 80% Wilayah Gaza

18 jam lalu

Israel Akan Dirikan Permukiman Tentara di Gaza, Buka Jalan Kembalikan Pemukim Yahudi

22 jam lalu

Tegas! PM Anwar Ibrahim Akan Usir Semua Warga Israel yang Masuk Malaysia

2 hari lalu

Caplok Tanah Palestina, Israel Bangun 34 Permukiman Baru Rogoh Rp7,8 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal