SAN ANTONIO, iNews.id - Sekelompok pemuda yang terinfeksi Covid-19 menggelar pesta "menantang maut" di Amerika Serikat. Gegap gempita pesta berubah jadi petaka setelah seorang pria berusia 30 tahun meninggal akibat virus yang menyerang pernapasan tersebut.
Pesta Covid-19 itu berlangsung di Texas, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2020) kemarin waktu setempat. Menurut pengakuan dokter yang memeriksa semua pengunjung pesta tersebut, alasan mereka menggelar pesta untuk membuktikan bahwa Covid-19 tidak berbahaya seperti yang diberitakan.
Kebanyakan mereka yang berada di lokasi pesta merupakan pemuda di bawah usia 40 tahun dan terdeteksi sebagai orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.
"Seseorang akan didiagonisis menderita penyakit ini (Covid-19), kemudian dia akan mengundang teman-teman lainnya untuk mengadakan pesta guna melihat apakah mereka dapat mengalahkan penyakit itu," kata Kepala Petugas Medis di Rumah Sakit Methodist di San Antonio, John Appleby, dikutip dari AFP, Senin (13/7/2020).
"Mereka pikir penyakit itu cuma rekayasa. Mereka pikir mereka masih muda dan tidak akan terpangaruh oleh penyakit tersebut," lanjutnya.