Lonjakan ini terutama terjadi akibat stres berat berkepanjangan, trauma perang, runtuhnya dukungan sosial dan keluarga, kesepian dan kepanikan massal saat sirene dan serangan berulang, serta minimnya akses terhadap bantuan profesional.
Perang Bikin Masyarakat Israel Runtuh Secara Psikologis
Sejak Perang Gaza pecah, banyak warga Israel kehilangan stabilitas emosional. Dua tahun hidup dalam ketidakpastian telah membuat sebagian besar masyarakat mendekati titik jenuh. Mereka yang dulu menunjukkan solidaritas tinggi kini justru mengalami depresi, kecemasan kronis, dan tekanan mental berlapis.
Para penyintas trauma dan psikolog memperingatkan bahwa kekurangan terapis mencapai titik akut, waktu tunggu layanan psikologis melejit berbulan-bulan, infrastruktur kesehatan mental Israel sudah tidak mampu menampung beban krisis.
Akibatnya, banyak warga beralih pada narkoba sebagai pelarian cepat terhadap stres, rasa takut, dan kelelahan mental yang tak tertahankan.
Tentara Israel Jadi Kelompok Paling Rentan
Kalangan militer, baik tentara aktif maupun pasukan cadangan, menjadi salah satu kelompok yang paling terpukul secara psikologis.