Sejumlah negara Teluk mulai mempertanyakan manfaat mempertahankan pangkalan militer AS di wilayah mereka.
Keberadaan fasilitas tersebut selama ini merupakan bagian penting dari arsitektur keamanan kawasan sekaligus menjadi salah satu instrumen utama AS untuk mempertahankan pengaruhnya di Timur Tengah.
Namun, perang dengan Iran mengubah perhitungan tersebut. Negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS kini harus menghadapi kemungkinan bahwa fasilitas militer tersebut dapat menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Seorang diplomat negara Barat yang bertugas di Teluk mengatakan meningkatnya ketidakpuasan tersebut belum berarti negara-negara kawasan akan segera mengubah hubungan mereka dengan Washington secara drastis.
Hubungan keamanan antara AS dan negara-negara Teluk telah berlangsung selama puluhan tahun. Negara-negara kawasan masih membutuhkan dukungan militer AS, terutama dalam bentuk persenjataan, amunisi, sistem pertahanan, dan informasi intelijen.