Perang Kelompok Kriminal Bersenjata Rebutan Wilayah Tewaskan 8 Orang

Arif Budiwinarto
Lokasi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh selatan kerap jadi rebutan kelompok kriminal bersenjata. Mereka menggunakan kekerasan untuk menguasai wilayah. (foto: AFP)

Para pengungsi Rohingya menuduh ARSA melakukan penculikan dan serangan.

Dalam sebuah postingan di Twitter, kelompok tersebut membantah bertanggung jawab atas kekerasan terbaru dan menyalahkan penjahat yang berusaha melontarkan fitnah.

Aksi kekerasan terbaru oleh kelompok bersenjata memaksa sekitar 2.000 keluarga Rohingya mengungsi, meskipun beberapa telah kembali pada Kamis.

"Kami hidup dalam ketakutan, terutama di malam hari," kata seorang pengungsi.

"Tadi malam, satu kelompok melakukan aksi pembakaran. Kemana kita akan pergi sekarang?," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Dampak Perang Timur Tengah, Pakistan Tutup Sekolah hingga Berlakukan WFH bagi Karyawan

Internasional
18 jam lalu

Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

Internasional
10 hari lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

Nasional
11 hari lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal