Perang Kelompok Kriminal Bersenjata Rebutan Wilayah Tewaskan 8 Orang

Arif Budiwinarto
Lokasi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh selatan kerap jadi rebutan kelompok kriminal bersenjata. Mereka menggunakan kekerasan untuk menguasai wilayah. (foto: AFP)

"Dua kelompok (bersenjata) berusaha menguasai daerah itu," lanjutnya.

Polisi menduga kelompok bersenjata ingin memanfaatkan para pengungsi Rohingya sebagai komoditi perdagangan manusia serta menutupi aktifitas penjualan narkoba yang dijalankan.

Wilayah Bangladesh selatan terkenal dengan perdagangan obat-obatan terlarang seperti metamfetamin yang menguntungkan. Obat yang bisa memberikan efek halusinasi itu diproduksi wilayah di seberang perbatasan Myanmar.

Lebih dari 100 pengungsi Rohingya telah terbunuh sejak 2018 dalam insiden yang menurut kelompok hak asasi manusia adalah pembunuhan di luar hukum.

Namun, polisi mengatakan para korban terjebak dalam insiden baku tembak antara polisi dan tersangka penyelundup narkoba.

Tiga pengungsi yang tidak mau disebutkan namanya menyebut dua kelompok di balik pertempuran itu adalah geng "Munna"--mengambil nama dari seorang pengedar narkoba lokal terkenal--dan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA)--sebuah kelompok bersenjata yang memiliki pasukan di banyak kamp.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
6 hari lalu

Hilang Kontak! Puing-Puing Pesawat K2 Airways Ditemukan di Laut Arab, Seluruh Kru Hilang

7 hari lalu

Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Laut Arab, Diduga Jatuh

12 hari lalu

Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas

14 hari lalu

Video Viral Turis Bangladesh Kencing di Eskalator MRT, Netizen Syok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal