Perdana Menteri Pakistan Digulingkan, Dianggap Gagal Bangun Ekonomi 

Umaya Khusniah
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan. (Foto: Reuters)

Khan, yang tidak hadir untuk pemungutan suara, tidak segera berkomentar. Hanya beberapa legislator dari partai berkuasa Khan, Tehreek-i-Insaf, atau Gerakan untuk Keadilan Pakistan yang hadir untuk pemungutan suara.

Dua sumber yang enggan menyebut nama mengatakan, dewan tersebut memberikan suara setelah panglima militer yang berkuasa di negara itu Jenderal Qamar Javed Bajwa bertemu Khan. 

Calon terdepan untuk menjadi perdana menteri Pakistan berikutnya, Shehbaz Sharif, mengatakan penggulingan Khan adalah kesempatan untuk awal yang baru.

"Fajar baru telah dimulai. Aliansi ini akan membangun kembali Pakistan," kata Sharif di parlemen.

Sharif merupakan adik dari tiga kali Perdana Menteri Nawaz Sharif. Dia memiliki reputasi sebagai administrator yang efektif.

Penggulingan Khan memperpanjang rekor ketidakstabilan politik Pakistan yang tidak menyenangkan. Tidak ada perdana menteri yang menyelesaikan masa jabatan penuh mereka sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Khan adalah orang pertama yang dilengserkan melalui mosi tidak percaya. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

Trump Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Selangkah Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal