Perempuan China Buru Sex Toys Selama Pandemi Covid-19, Permintaan Melonjak

Anton Suhartono
Perempuan di China buru sex toys selama pandemi Covid-19 (Foto: AFP)

Penjualan mainan seks di China memang masih tertinggal dibandingkan negara-negara Barat, bahkan Jepang. Namun, pasar sex toys menunjukkan peningkatan, dipicu oleh tingginya permintaan dari kalangan perempuan milenial.

Perusahaan riset China iiMedia mengungkap, penjualan sex toys di China sudah mencapai 100 miliar yuan lebih atau sekitar Rp220 triliun.

Steffi Noel, analis riset pasar Daxue Consulting, mengatakan, pencarian kata kunci 'sex toys' di mesin pencari Baidu melonjak pada Januari hingga Juni 2020.

Namun dia menekankan lonjakan permintaan dalam negeri selama pandemi kemungkinan tak berlangsung untuk jangka panjang.

"Orang-orang yang membeli (sex toys) selama pandemi kebanyakan pemula," kata Noel, seraya menambahkan, 70 persen dari mereka kemungkinan besar hanya membeli satu kali.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Trump Paksa China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

Internasional
5 hari lalu

Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk

Nasional
7 hari lalu

Ikrar Nusa Bhakti Sebut AS Justru Ingin Akhiri Perang, Bongkar Andil China untuk Iran

Internasional
14 hari lalu

China Bantah Kirim Senjata ke Iran untuk Perang Lawan AS-Israel

Internasional
19 hari lalu

Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal