Perempuan Iran Ramai-ramai Bakar Jilbab, Murka setelah Mahsa Amini Tewas Dipukuli Polisi Moral

Maria Christina Malau
Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas kematian Mahsa Amini. Seorang petugas medis mengatakan pada Sabtu (17/9/2022) lalu, hasil tes forensik mungkin memakan waktu tiga minggu. 

Sementara Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmani Fazli juga mengatakan kepada TV pemerintah, tidak ada laporan bahwa Mahsa Amini dipukuli. Polisi merilis rekaman CCTV yang tampaknya mendukung penyebab kematian perempuan itu versi mereka. Namun, Reuters tidak dapat mengotentikasi video yang tampaknya telah diedit tersebut.

Di bawah syariah Iran atau hukum Islam yang diberlakukan setelah revolusi 1979, perempuan diwajibkan untuk menutupi rambut mereka dan mengenakan pakaian panjang yang longgar. Bagi yang melanggar akan menghadapi teguran publik, denda atau penangkapan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Desak Warga AS Terima Lonjakan Harga Dampak Perang Iran

2 hari lalu

Pejabat Israel Sebut Iran Mungkin Serang Negaranya untuk Ganggu Pemilu

2 hari lalu

Perang AS-Iran Bisa Meledak Lagi! Israel Siapkan Skenario Serangan

2 hari lalu

Trump Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Israel Bersiap Hadapi Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal