Perempuan Pembunuh Berdarah Dingin Dibebaskan dalam Kesepakatan Damai Afghanistan-Taliban

Arif Budiwinarto
Seorang pria tengah menonton video pengakuan dari Muzghan, seorang perempuan mantan Taliban, setelah dibebaskan dari penjara pada September lalu. (foto: SCMP)

Dalam menjalankan operasi teror, Taliban jarang sekali memakai 'jasa' seorang perempuan sebagai eksekutor. Alasannya, kultur konservatif penduduk Afghanistan yang melarang perempuan beraktivitas di luar ruangan serta tampil dengan pakaian tertutup.

Seringkali, perempuan yang melanggar aturan tersebut dituduh melakukan perzinaan yang berakibat hukuman fisik sampai eksekusi mati.

Dari lebih 5.000 tahanan Taliban yang dibebaskan atas kesepakatan pertukaran tahanan yang dibuat pemberontak dan pemerintah Afghanistan sebagai syarat pembicaraan damai lima diantaranya adalah perempuan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Rutan Salemba Bakar HP-HP Sitaan, Tindak Tegas Pelanggar Aturan

Nasional
22 hari lalu

MPR Kecam Kebijakan Hukuman Mati Israel Terhadap Tahanan Palestina: Pelanggaran HAM!

Nasional
1 bulan lalu

Penjelasan KPK soal Eks Menag Yaqut Tak Diborgol saat Dibawa ke Rutan

Internasional
6 bulan lalu

Duh! Penjara Inggris Keliru Bebaskan 2 Tahanan, Bikin Repot Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal