Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Anton Suhartono
Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir AS-Rusia, New START, memicu kekhawatiran dunia akan potensi perlombaan senjata baru (Foto: AP)

Dalam pernyataan tegas pekan ini, Rusia menegaskan tidak lagi terikat pada batas pengerahan jumlah hulu ledak nuklir setelah New START resmi berakhir.

Trump menyebut perjanjian New START sebagai kesepakatan yang “dinegosiasikan dengan buruk” oleh pemerintahan sebelumnya dan menuding Rusia melanggarnya secara terang-terangan.

“Kita harus meminta para ahli nuklir untuk membuat perjanjian baru yang lebih baik dan modern, yang bisa bertahan lama di masa depan,” tulis Trump di platform Truth Social.

Berakhirnya New START menuai peringatan keras dari para aktivis dan mantan pejabat pengendalian senjata. Mereka menilai ketiadaan pembatasan nuklir akan mengurangi stabilitas global dan meningkatkan risiko persaingan nuklir tanpa batas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Seleb
5 jam lalu

Terry Putri Ungkap Perjuangan Puasa di AS, Susah Cari Makanan Halal hingga Tempuh 70 Km untuk Tarawih

Nasional
17 jam lalu

Airlangga Bantah Kesepakatan Tarif AS Disetujui usai RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Internasional
2 hari lalu

Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2

Internasional
2 hari lalu

Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal