Namun dia menanggapinya dengan bijaksana. Obama membalas dengan menggambarkan Duterte sebagai pria yang penuh warna dan meminta mitranya itu untuk melakukan kampanye antinarkoba dengan cara yang benar.
Sejak menjadi presiden pada pertengahan 2016, Duterte kerap menggunakan kata-kata vulgar untuk menghina para tokoh dunia yang menyerangnya. Dia juga pernah menyebut Paus Fransiskus sebagai anak pelacur.
Duterte berada di Israel dalam kunjungannya selama empat hari. Kunjungannya itu terkait potensi kerja sama militer dan tenaga kerja.