"Ini adalah kehilangan yang sangat memukul bagi keluarga besar militer dan masyarakat yang kami layani," ujar Komandan Komando Alaska, Letnan Jenderal Angkatan Udara Robert Davis, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (22/8/2026).
"Mereka adalah para profesional berdedikasi yang menjalankan misi vital di lingkungan dengan kondisi berat," ujarnya, menambahkan.
Para korban diketahui bertugas di fasilitas radar AU AS yang berlokasi di daerah terpencil Alaska. Fasilitas tersebut merupakan peninggalan Uni Soviet yang berdiri sejak 1950-an. Kini fasilitas itu difungsikan militer AS untuk memantau ancaman udara dari Rusia, China, dan Korea Utara.