Pesawat Cessna Jatuh di Gunung Berapi Aktif Filipina, Operasi SAR Berisiko Tinggi

Anton Suhartono
Pesawat Cessna 340 jatuh di Gunung Mayon Filipina yang masih aktif (Foto: EPA-EFE)

Pesawat berada di bagian barat Gunung Mayon yakni pada ketinggian sekitar 1.070 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pesawat itu dioperasikan oleh Energy Development Corporation, perusahaan energi yang berkantor pusat di Manila. Sementara dua warga Australia yang berada dalam pesawat adalah konsultan teknis untuk perusahaan energi tersebut.

Mayon adalah gunung berapi paling aktif di Filipina dan terakhir meletus pada 2018. Saat itu gunung memuntahkan berton-ton abu, batu, dan lava. Gunung masih aktif sampai saat ini sehingga pejabat setempat menutup akses ke lerengnya.

Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina Teresito Bacolcol memperingatkan ada risiko letusan yang bisa melontarkan batu.

"Ini operasi sangat berisiko. Jika mereka mau mengambil risiko, hanya personel yang terlatih secara profesional dan berpengalaman yang boleh dilibatkan,” ujarnya, dikutip dari AFP.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka

57 tahun lalu

Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan

57 tahun lalu

Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal