Anwar menegaskan, mengkritik dirinya sebagai kepala pemerintahan sah-sah saja. Namun, dia memperingatkan segala bentuk pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui mekanisme demokratis dan konstitusional, bukan melalui tekanan jalanan atau manuver politik di luar hukum.
“Mengkritik saya boleh saja. Mengatakan perdana menteri tidak bisa memerintah dan harus diganti bukan masalah. Anda bahkan bisa mengusulkan seseorang yang lebih baik. Tapi jika tindakan seperti itu berujung pada kekacauan, tidak ada negara yang akan aman,” katanya.
Dia menambahkan pemerintah tidak akan menghalangi jika ada pihak yang ingin mengajukan mosi tidak percaya di parlemen. Menurut dia, itulah mekanisme yang sah dan benar sesuai dengan sistem demokrasi di Malaysia.
Dengan menyebut secara eksplisit adanya penyebaran narasi negatif terkait keamanan nasional, Anwar memberi sinyal bahwa pemerintah akan waspada terhadap upaya-upaya disinformasi yang dapat merusak citra negara dan memicu kegaduhan politik menjelang tahun-tahun penting menuju pemilu.