PM Australia Minta Maaf ke Para Korban Pelecehan Seks Anak

Nathania Riris Michico
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. (Foto: Sky News)

"Kepada pasangan, rekan, istri, suami, anak-anak, yang berurusan dengan konsekuensi dari pelecehan, menutup-nutupi, dan kesulitan. Maaf. Untuk generasi dulu dan sekarang. Maaf."

Di parlemen, para pembuat undang-undang berdiri untuk mengheningkan cipta setelah pernyataan itu. Ratusan orang yang selamat dari pelecehan seks melihat dan menonton dalam tayangan resmi di seluruh negeri.

Di luar ruang parlemen, keluarga korban yang meninggal mengenakan tanda pengenal dengan nama-nama anak perempuan dan anak laki-laki, saudara laki-laki dan perempuan.

Serangkaian lembaga Australia meminta maaf atas kegagalan mereka, termasuk para pemimpin Katolik Australia terkait pelecehan anak-anak dan mengakui menutup-nutupi kasus tersebut.

Menurut Komisi Kerajaan, tujuh persen imam Katolik di Australia dituduh melakukan pelecehan antara tahun 1950 dan 2010. Namun tuduhan itu jarang diselidiki, dengan anak-anak diabaikan dan bahkan dihukum.

Beberapa anggota senior gereja di Australia dituntut dan dinyatakan bersalah karena menutupi pelecehan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

57 tahun lalu

Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia

57 tahun lalu

Aldi Taher Banjir Hujatan usai Sarankan Nadhif Basalamah Segera Menikah setelah Alami Pelecehan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal