TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi menyebut dirinya bekerja lebih lama dalam sehari dibandingkan perdana menteri sebelumnya yang semuanya laki-laki. Ini karena Takaichi masih harus melakukan pekerjaan rumah sebagai seorang istri, sebelum dan sesudah bekerja.
Menurut Takaichi, dia menghabiskan 3 hingga 4 jam lebih lama dibandingkan para pendahulunya dalam bekerja di kantor dan rumah.
"Di pagi hari, saya mandi, menyiapkan sarapan, lalu mencuci piring, belum lagi merias wajah," kata perdana menteri perempuan pertama Jepang itu yang menjabat sejak 2025, dalam pidatonya di parlemen, Rabu (14/10/2026).
Sebagai sosok gila kerja, Takaichi pernah mengatakan hanya tidur 2 hingga 4 jam setiap malam, bahkan terkadang menjadwalkan rapat dengan staf pukul 03.00.
Peran gender sangat kaku di Jepang, bahkan perempuan kurang terwakili di dunia politik. Hanya 68 anggota parlemen perempuan yang terpilih dari 465 kursi yang diperebutkan pada pemilu anggota legislatif pada Februari 2025.