"Tidak diragukan lagi. Mereka menyerang area masyarakat yang paling sensitif, pendidikan dan anak-anak. Sungguh keji untuk secara sengaja membahayakan Serbia sebagai sebuah negara," kata Vucevic, tanpa menyebut pihak yang dicurigainya.
Warga Serbia, sebagian besar kaum muda, guru, dan mahasiswa, turun ke jalan di Beograd, Novi Sad, dan kota-kota besar lainnya sejak 2 bulah lalu. Mereka mendesak keadilan bagi para korban runtuhnya atap stasiun kereta api yang menewaskan 15 orang pada November 2024.
Insiden itu berdampak luas, merembet ke berbagai sektor termasuk dugaan korupsi pejabat pemerintah Serbia. Demonstran juga menyalahkan Presiden Aleksandar Vucic.