PORT AU PRINCE, iNews.id - Dua orang tewas setelah polisi di Haiti menyerang markas besar militer negara itu, Minggu (23/2/2020).
Kementerian Pertahanan Haiti menyebutkan, dua orang yang tewas merupakan personel militer. Selain itu belasan orang lainnya mengalami luka.
"Dengan prihatin dan kekecewaan, teror telah berkuasa di arteri-arteri tertentu di kota metropolitan Port au Prince," demikian pernyataan pemerintah Haiti, seraya menambahkan, untuk menghindari pertumpahan darah acara festival tahunan yang sedianya berlangsung pada Selasa dibatalkan, seperti dikutip dari AFP, Senin (24/2/2020).
Baca Juga: Krisis Politik, 78 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara Haiti
Laporan media mengungkap, para pelaku beraksi menggunakan penutup wajah.
"Kami dikepung. Kami diserang menggunakan semua jenis senjata, senapan serbu, bom Molotov, gas airmata," kata pejabat militer, Jodel Lessage.
Dia menambahkan, tentara membalas tembakan namun tidak menimbulkan korban dari pihak kepolisian.