Dia juga mengakui pentingnya pemilihannya sebagai pemimpin dari etnik minoritas pertama di sebuah partai politik besar Inggris. Dia pun menyatkan, perjuangan untuk menegakkan kesetaraan hak di negara itu masih jauh dari kata selesai.
“Dan saya akan bekerja dengan semua komunitas kita yang beragam di Skotlandia untuk membangun kembali negara yang kia cintai,” tutur Sarwar.
Pemimpin Partai Buruh Inggris, Keir Starmer, mengucapkan selamat kepada Sarwar dalam sebuah pernyataan. Dia pun memuji komitmen Sarwar yang akan berfokus pada upaya-upaya yang dapat mempersatukan negara.
Sementara Menteri Kehakiman Skotlandia, Humza Yousaf, juga menyampaikan ucapan selamatnya kepada Sarwar di Twitter. Politikus Partai Nasional Skotlandia (SNP) itu pun memuji pencapaian yang diraih “lawan” politiknya itu.
“Saya akan berpolitik lain hari. Tetapi hari ini, dapatkah saya mengucapkan selamat kepada @AnasSarwar karena telah menjadi pemimpin @scottishlabour? Anggaplah ini membuatnya menjadi Muslim & orang kulit berwarna pertama yang memimpin sebuah partai politik di Inggris, pencapaian luar biasa & bersejarah yang saya banggakan untuknya. Bagus sekali, Anas,” tulis Yousaf.
Partai Buruh menghadapi perjuangan berat di Skotlandia—yang pernah dipandang sebagai jantung hati gerakan politik kiri-tengah. Baik Partai Buruh Skotlandia maupun Partai Buruh Inggris, selalu kalah dalam setiap pemilu sejak 2007 dari Partai Nasional.
Partai tersebut juga tergelincir menjadi partai terbesar ketiga di Skotlandia, di belakang SNP dan Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris.