Prancis, Rusia, dan AS: Hentikan Permusuhan Armenia dan Azerbaijan!

Anton Suhartono
Seorang warga Nagorno-Karabakh menunjukkan puing-puing roket yang ditembakkan ke rumah saudaranya (Foto: AFP)

Pernyataan tersebut juga mengungkap, pembicaraan damai harus disertai dengan iktikad baik, tanpa prasyarat, serta dilakukan di bawah naungan ketua bersama OSCE Minsk Group.

Minsk Group sudah beberapa mengawasi pertemuan puncak pemimpin Armenia dan Azerbaijan namun gagal mencapai penyelesaian konflik yang langgeng.

Bentrokan terbaru ini merupakan yang paling berdarah dan sengit sejak beberapa tahun terakhir dan sudah memasuki hari kelima pada Kamis. Sejauh ini korban tewas dari kedua pihak mendekati 130 orang.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan oleh separatis Armenia memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa. Nagorno-Karabakh belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan

57 tahun lalu

Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!

57 tahun lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Dekat Hotel Tempat Macron Menginap di Damaskus Suriah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal