Presiden Latvia Ancam Kucilkan Warga Keturunan Rusia yang Tak Setia pada Negara, Moskow Bereaksi

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Latvia, Egils Levits. (Foto: Reuters)

LATVIA, iNews.id – Presiden Latvia, Egils Levits, baru-baru ini membuat peringatan keras kepada warga keturunan Rusia yang hidup di negeri itu. Dia mengancam akan mengisolasi mereka jika tidak setia pada negara.

Levits berpendapat, warga etnik Rusia di Latvia yang tidak loyal kepada negara tempat mereka tinggal sekarang, layak untuk dikucilkan dari masyarakat. 

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Latvia, LSM, Levits mengaku prihatin dengan fenomena rendahnya patriotisme di kalangan warga keturunan Rusia di negaranya. “Tugas kami (pemerintah) adalah menangani (kelompok warga etnik Rusia) itu dan mengisolasinya dari masyarakat,” katanya.

Pernyataan Levits tersebut membuat Rusia meradang. Menurut Moskow, ucapan sang presiden telah melanggar norma-norma kemanusiaan, alih-alih berbau rasial.

“Pernyataan semacam ini oleh presiden sebuah negara yang merupakan anggota Uni Eropa, yang menyatakan kepatuhan pada nilai-nilai demokrasi, sama sekali tidak dapat diterima dan melanggar semua norma moral, etika, dan kemanusiaan yang diterima secara umum,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Jumat (26/8/2022).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

4 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

9 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

10 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal