Presiden Macron Telepon Jurnalis karena Terganggu dengan Pemberitaan Ekstremisme Islam

Anton Suhartono
Emmanuel Macron (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron menelepon koresponden The New York Times untuk mengkritik pemeberitaan soal sikap negara itu terhadap ekstremismeIslam.

Koresponden The New York Times, Ben Smith, menceritakan kembali percakapannya dengan Macron, sebagaimana diterbitkan media Amerika Serikat tersebut, Minggu (15/11/2020).

"Ketika Prancis diserang 5 tahun lalu, semua negara di dunia mendukung kami," kata Macron, seperti dituturkan kembali Smith, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Senin (16/11/2020).

"Jadi, dalam konteksi ini, ketika saya melihat beberapa surat kabar yang saya yakini berasal dari negara-negara yang berbagi nilai-nilai (sama), saya melihat mereka melegitimasi kekerasan ini dan mengatakan bahwa inti masalahnya adalah Prancis itu rasis dan Islamofobia. Saya katakan, prinsip-prinsip dasar itu telah hilang."

Sementara itu Smith mengatakan, Macron menilai media asing gagal memahami 'laicite' atau sekularisme, pilar kebijakan Prancis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap 

2 hari lalu

Prancis Membara! Latar Belakang Demo Ratusan Ribu Pelajar SMA, Singgung Guru Bolos

2 hari lalu

Demo Ratusan Ribu Siswa SMA Prancis Makin Membara, Sekolah-Sekolah Diliburkan

5 hari lalu

Negara-Negara G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal