Mohamud juga menyebut Israel memiliki tiga tujuan terkait dengan Somaliland, yakni membangun pangkalan militer di dekat Teluk Aden dan Laut Merah, membujuk Somaliland menerima pengungsi Palestina, serta mengajak para pemimpin Somaliland meneken Perjanjian Abraham.
Dia dengan tegas menolak rencana apa pun untuk merelokasi warga Gaza, dengan mengatakan Somalia tidak akan menerima langkah tersebut apa pun yang terjadi.
“Somalia tidak berbatasan dengan Palestina,” katanya, seraya menambahkan pemindahan paksa akan didorong oleh kebijakan Israel, bukan realitas regional.
Mohamud menyebut Israel hanya bermimpin memindahkan warga Palestina seraya menegaskan tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Dia melanjutkan, pengakuan Israel atas Somaliland merupakan ancaman paling serius yang dihadapi Somalia dalam beberapa tahun terakhir, bahkan melampaui perjuangan panjang negaranya melawan terorisme. Meski tetap mengedepankan dialog sebagai pilihan utama, Mohamud tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer jika keamanan nasional terancam.
Pemerintah akan melakukan semua langkah yang diperlukan guna melawan gangguan terhadap kedaulatan Somalia.