Pria Asia Koma usai Kepala Diinjak secara Brutal di New York

Djairan
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Ist.)

Diketahui, pasangan itu pindah ke Kota New York dari Provinsi Guangdong China pada 2019, untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Mereka meninggalkan dua anak, dan hanya tinggal berdua di NYCHA’s Wagner Houses, beberapa blok dari lokasi pria tua itu diserang.

Ma kehilangan pekerjaannya di sebuah restoran tahun lalu, setelah pandemi Covid-19 melanda Kota New York. Dia terpaksa beralih menjadi pengumpul botol dan barang belas lainnya sejak September 2020 untuk membantu penghidupannya.

Kepolisian Kota New York saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut, yang diduga merupakan kejahatan rasial. Pelaku belum berhasil ditangkap, yang diidentifikasi sebagai pria berbadan tinggi besar, mengenakan jaket dan celana hitam, sepatu kets putih, dan topi bisbol warna-warni saat kejadian.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

3 hari lalu

Bantah Kalapas, Ombudsman Sebut Ada CCTV di Hunian Mewah Lapas Cibinong

4 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

4 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

4 hari lalu

California Resmi Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Hari Libur Negara Bagian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal