"Tagihan itu salah karena ada titik desimal yang hilang. Kami mengambil tindakan terhadap karyawan yang bertanggung jawab," kata Suresh Ganeshkar, seorang insinyur perusahaan listrik, dikutip dari BBC.
Ganeshkar mengatakan, permasalahan ini tak diselesaikan karena Shelke tak mengajukan keluhan. Tagihan itu diterima Shelke pada pekan terkhir April untuk penggunaan listrik pada Maret.
Sementara itu, kakak Shelke, Vitthal, mengatakan sebelum bunuh diri adiknya pernah menelepon mengeluhkan tagihan itu.
"Delapan hari lalu kakak saya menghubungi. Dia khawatir atas tagihan yang sangat besar ini. Dia mengatakan bahwa petugas mengancam akan menyita hartanya," kata Vitthal.
Anak perempuan Shelke, Ashwini, mengatakan, ayahnya meninggal karena kesalahan pada sistem.
"Ayah saya sudah menanggung beban keuangan yang besar dan tagihan listrik yang terlalu tinggi ini menambah syok dirinya," katanya.
Keluarga sudah melaporkan kasus ini ke polisi.