Pria Prancis Siarkan Livestreaming Detik-Detik Kematiannya

Arif Budiwinarto
Alain Cocq (52) menyiarkan hari-hari terakhirnya lewat livestreaming Facebook sebelum diperkirakan akan meninggal dunia 4 sampai 5 hari ke depan. (foto: AFP)

Dia juga mengumumkan akan menyiarkan secara langsung melalui Facebook hari-hari terakhirnya sebelum nyawanya hilang mulai Sabtu (5/9/2020) pagi waktu setempat.

Pria 52 tahun meyakini kondisi tubuhnya akan semakin memburuk dalam empat sampai lima hari ke depan lalu meninggal dunia.

"Jalan menuju pembebasan dimulai dan percayalah, saya bahagia," Tulis Alain di Facebook seperti dikutip dari AFP.

"Saya tahu hari-hari ke depan akan sulit tetapi saya telah membuat keputusan dan saya tenang," lanjutnya.

Cocq berharap aksinya itu akan dikenang dan menjadi pertimbangan bagi pemerintah Prancis mengubah aturan hukum terkait perminataan prosedur suntik mati.

Kasus menuntut hak mati dengan tenang dengan menggunakan zat kimia telah menjadi masalah emosional di Prancis.

Sebagian besar polarisasi terjadi pada kasus Vincent Lambert yang dibiarkan dalam keadaan vegetatif setelah kecelakaan lalu lintas pada 2008 dan meninggal dunia pada Juli tahun lalu mencabut alat bantu kehidupan setelah perjuangan hukum yang panjang.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Iran Izinkan Kapal Prancis Lintasi Selat Hormuz, Negara Barat Pertama Dapat Akses

Internasional
5 hari lalu

Lagi, Trump Semprot Inggris-Prancis karena Tolak Bantu Perang Lawan Iran

Internasional
16 hari lalu

Presiden Macron Upayakan Gencatan Senjata Idul Fitri Perang Timur Tengah

Internasional
28 hari lalu

Prancis dan Uni Eropa Kompak Dukung Spanyol Lawan Ancaman AS soal Perang Melawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal