Profesor AS: Masuknya Ukraina ke NATO Dapat Memicu Perang Dunia

Ahmad Islamy Jamil
Bendera NATO (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Poroshenko adalah presiden Ukraina yang memimpin tahap pertama perang Rusia-Ukraina pada 2014, saat Krimea dianeksasi oleh Moskow. Poroshenko yang didukung Barat, naik ke tampuk kekuasaan setelah menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia.

Saat berbicara di depan umum, para pejabat tinggi AS dan NATO tampaknya enggan menunjukkan dukungan langsung atas permintaan Zelensky untuk bergabung dalam aliansi militer itu. Pada Jumat (30/9/2022) lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan, cara terbaik bagi Barat untuk mendukung Ukraina adalah memang di medan perang. Namun, dia menyarankan bahwa NATO akan mempertimbangkan tawaran Kiev di lain waktu.

Akan tetapi, pemerintah dari sembilan anggota NATO di Eropa Timur telah mengeluarkan seruan bersama agar aliansi tersebut menerima Ukraina. Dokumen berisi seruan tersebut ditandatangani oleh Presiden Republik Ceko, Rumania, Estonia, Latvia, Lithuania, Makedonia Utara, Montenegro, Polandia, dan Slovakia. Ironisnya, sebagian dari negara-negara itu adalah bekas sekutu Rusia (dulu bernama Uni Soviet) dalam Pakta Warsawa alias Blok Timur semasa Perang Dingin.

Petro mengatakan, upaya luas telah dilakukan untuk mempersiapkan publik negara-negara Barat agar mendukung aksesi Ukraina ke NATO, meskipun hal itu dapat memicu konflik global yang membawa bencana.

“Pekerjaan intelektual terkait persiapan ini sudah dilakukan untuk ‘menormalkan’ perang dunia. Singkatnya begini, karena kita sudah berperang, apa pentingnya mengakuinya?” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
23 jam lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz

1 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

1 hari lalu

Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!

1 hari lalu

Presiden Iran Akui Mojtaba Sempat Tak Setuju Gencatan Senjata dengan AS 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal