Profil Liz Truss Perdana Menteri Inggris yang Baru, Pernah Usulkan Hapus Sistem Monarki

Anton Suhartono
Liz Truss (Foto: Reuters)

Di luar negeri, dia bakal menghadapi perang Ukraina dan permasalahan seputar ketidakharmonisan Inggris dengan Uni Eropa.

Truss akan menggantikan Johnson, yang terpaksa mundur sebagai pemimpin Konservatif dan perdana menteri pada Juli. 

Kepemimpinan Johnson bahkan digerogoti dari dalam Konservatif, ditandai dengan pengunduran diri massal sekitar 60 menteri dan pejabat lainnya. Di antara mereka yang mundur termasuk lawan Truss dalam pemilihan PM, seperti Menteri Kesehatan Sajid Javid, serta lawan terakhirnya Rishi Sunak.

Delapan kandidat berpartisipasi dalam pemilu tahap pertama untuk menggantikan Johnson. Setelah lima putaran, pemungutan suara di antara anggota parlemen Konservatif, Sunak mendapat suara terbanyak dengan 137 atau 38,3 persen. Truss berada di urutan kedua dengan memperoleh 113 suara (31,6 persen), dan Penny Mordaunt, menteri perdagangan 105 suara (29,3 persen) yang otomatis tereliminasi.

Putaran selanjutnya pemungutan suara anggota partai, Truss mengalahkan Sunak dengan 57 persen melawan 43 persen.

Tugas berikutnya Truss adalah membentuk pemerintahan. Siapa yang dia masukkan dalam kabinetnya akan menentukan nada untuk hubungannya dengan partainya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Viral, Mantan PM Jepang Yoshihiko Noda Bagikan Selebaran Sendirian di Stasiun

13 hari lalu

Prancis dan Kanada Ikut Tekan Israel, Netanyahu Siapkan Balasan Diplomatik

15 hari lalu

Bukan Cuma Tutup Konsulat, Israel Usir Diplomat Inggris dari Tepi Barat dalam 7 Hari

15 hari lalu

Israel Tutup Paksa Konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Usir Diplomat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal