Punya Anak Tuli, Keluarga Bhutan Terancam Dideportasi dari Australia

Nathania Riris Michico
Kinley Wangchuck (dua dari kiri) bersama dengan ibunya Jangchu Pelden, bapaknya Tshering dan kakaknya Tenzin Jungney. (FOTO: ABC News/Niki Burnside)

SYDNEY, iNews.id - Sebuah keluarga asal Bhutan terancam dideportasi dari Australia karena memiliki anak tuli, yang dikhawatirkan akan jadi beban bagi Australia.

Anak yang memiliki kelainan pendengaran tersebut dianggap tidak memenuhi persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi imigran di Australia.

Keluarga Wangchuk pindah ke Australia dari Bhutan pada 2012. Mereka mengatakan putra mereka, Kinley, akan hidup 'terisolasi' bila mereka dideportasi kembali ke negara asalnya.

Kinley Wangchuk (18) tuli dan sudah belajar bahasa isyarat Australia yang dikenal dengan nama AUSLAN. Namun ibunya, Jangchu Pelden, mengatakan dia tidak akan bisa berkomunikasi di Bhutan.

"Tidak seorang pun di Bhutan pernah mendengar mengenai AUSLAN, dan tidak ada fasilitas untuk membantunya," kata Jangchu, seperti dikutip ABC News.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
16 jam lalu

Indra Bekti Tunda Rencana Pindah ke Australia, Ini Alasannya

11 hari lalu

Roy Suryo Soroti Surat Keterangan Pendidikan Gibran di Australia, Ini Temuannya

13 hari lalu

Heboh! Puluhan Ribu Medali Ajang Sydney Marathon 2026 Salah Cetak

1 bulan lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal