Putin Belum Pastikan Ikut Pilpres Rusia 2024 meski Bisa Berkuasa hingga 2036

Anton Suhartono
Vladimir Putin (Foto: Reuters)

Para analis mengatakan, Putin bisa menjadi macan ompong jika tak maju lagi dalam pilpres mendatang.

Kremlin pada awal bulan ini mengecam resolusi yang diambil anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dengan menyebutnya tak masuk akal. Resolusi itu berisi agar pemerintah AS tak mengakui Putin sebagai presiden jika kembali terpilih pada 2024.

Putin pertama kali menjabat perdana menteri Rusia pada 9 Agustus 1999 setelah ditunjuk oleh Presiden Boris Yeltsin. Pada 31 Desember di tahun yang sama Yeltsin turun dari jabatannya di tengah skandal, memberikan jalan bagi Putin menggantikannya sebagai presiden. Namun Putin baru remsi dilantik sebagai presiden untuk pertama kali pada 7 Mei 2000. Sebagai imbalan, Putin memberikan Yeltsin kekebalan dari penuntutan.

Lalu pada 2004, Putin kembali terpilih menjadi presiden untuk periode kedua, setelah memenangkan pemilu dari jalur independen.

Namun karena saat itu aturan di Rusia hanya membolehkan presiden menjabat dua periode berturut-turut, Putin tak lagi mengikuti pemilu. Jabatan presiden diduduki anak didiknya, Dmitry Medvedev.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Momen Ketua DPD Beri Penghormatan 7 Presiden Terdahulu, Ungkap Capaian Masing-Masing

6 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

6 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

7 hari lalu

MK: Penghinaan Presiden dan Wapres Tak Bisa Dilaporkan Keluarga hingga Relawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal