Data lembaga think tank International Institute for Strategic Studies (IISS) mengungkap, jumlah tersebut membuat Rusia memiliki lebih banyak tentara tempur aktif daripada Amerika Serikat dan India. China saat ini memiliki lebih dari 2 juta personel aktif.
Dekrit yang mulai berlaku pada 1 Desember 2024 itu menandai ketiga kalinya Putin memperluas kekuatan tentara sejak memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Pada Juni lalu, Putin menyebut jumlah pasukan yang terlibat dalam pertempuran di Ukraina hampir 700.000 personel.
Sejak merekrut 300.000 tentara cadangan menghadapi serangan balik Ukraina pada akhir 2022, Rusia mengandalkan tentara relawan yang diiming-imingi gaji relatif tinggi.