Raja Salman Telepon Erdogan Bahas Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Nathania Riris Michico
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: DPA/AP)

Beberapa kritik kerasnya antara lain soal blokade Qatar dan perang di Yaman.

Dia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Jumat (2/10/2018) untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan perempuan Turki. Sejak memasuki gedung konsulat, dia tak pernah muncul lagi dan hilang bak ditelan bumi.

Sumber di Turki, mengutip polisi yang melakukan penyelidikan, meyakini Khashoggi tewas dibunuh di konsulat. Menurut sumber itu, Saudi membunuh jurnalis di dalam konsulatnya, bahkan ada tim khusus pembunuh yang memutilasi Khashoggi menjadi potongan-potongan sehingga tubuhnya dapat dipindahkan dengan menggunakan van.

Mereka menyebutnya sebagai "pembunuhan terencana".

Namun, para pejabat Arab Saudi membantah klaim tersebut. Mereka bersikeras Khashoggi sudah meninggalkan gedung konsulat tak lama setelah masuk.

Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz membantah bahwa kerajaan memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Dia menyatakan, tuduhan "pembunuhan terencana" merupakan kebohongan untuk menyudutkan kerajaan.

Sementara itu, Mesir mengaku mengikuti kasus hilangnya Khashoggi dengan keprihatinan. Mereka menyerukan penyelidikan transparan atas masalah ini.

"Mesir menekankan pentingnya mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi dalam penyelidikan transparan," demikian pernyataan kementerian luar negeri Mesir, seperti dikutip Al Jazeera.

Mesir memperingatkan mereka yang berusaha mengeksploitasi insiden itu secara politik dan menekankan dukungannya kepada Saudi untuk menghadapi situasi tersebut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump Puji Raja Salman di Tengah Perang Iran: Dia Pemimpin Hebat! 

Internasional
6 hari lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Internasional
8 hari lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Internasional
8 hari lalu

Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal