Rebut Kursi Parlemen Israel, Ini Alasan Yahudi Mantan Polisi Gabung Partai Islam di Pemilu

Anton Suhartono
Yoav Segalovitz, mantan perwira tinggi kepolisian Israel, bergabung dengan partai Islam Ra’am yang dipimpin Mansour Abbas (Foto: AP)

Segalovitz juga menilai masyarakat Arab Israel memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Karena itu, mereka seharusnya dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan ancaman.

Partai Arab raih rekor 19 kursi

Kemitraan Segalovitz dan Abbas muncul pada momentum penting politik Israel. Hasil akhir pemilu 27 Oktober menunjukkan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hanya meraih 53 kursi, sedangkan blok oposisi utama yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi.

Sementara itu, partai-partai Arab meraih total 19 kursi di Knesset yang memiliki 120 anggota. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi dan hampir dua kali lipat dibandingkan 10 kursi yang mereka peroleh dalam pemilu 2022.

Ra’am sendiri mendapatkan delapan kursi, sedangkan aliansi Joint List meraih 11 kursi.

Tidak ada blok politik yang berhasil mencapai 61 kursi untuk mengamankan mayoritas parlemen. Dengan demikian, dukungan partai-partai Arab berpotensi menentukan pembentukan pemerintahan berikutnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Peneliti Ungkap Dampak jika Oposisi Pimpin Israel, dari Gaza hingga Tepi Barat

13 jam lalu

Yahudi Mantan Perwira Polisi Israel Gabung Partai Islam di Pemilu, Rebut Kursi Parlemen 

1 hari lalu

Nah, Mantan Jenderal Israel Sebut Negaranya di Ambang Kehancuran

1 hari lalu

Pemimpin Oposisi Israel: Upaya Netanyahu Batalkan Hasil Pemilu Gagal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal