Pemandangan Kota Gaza, Palestina, tampak dari wilayah Sderot yang dikuasai Israel. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

GAZA, iNews.idIsrael berencana melonggarkan pembatasan dagang terhadap Jalur Gaza. Negara zionis itu bakal mengizinkan masuknya barang atau komoditas ke wilayah Palestina itu untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Pengumuman itu menyusul unjuk rasa yang digelar ratusan warga Palestina di dekat perbatasan Israel, Rabu (25/8/2021) kemarin. Para pendemo menuntut negara Yahudi itu segera melonggarkan blokade yang telah melumpuhkan Gaza. 

Beberapa hari sebelumnya, demonstrasi serupa juga digelar warga Palestina dan berakhir dengan bentrokan mematikan dengan tentara Israel.

Badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas penyeberangan dari Israel ke Gaza, COGAT menyatakan, mereka akan meningkatkan impor kendaraan, barang-barang, dan peralatan baru untuk proyek-proyek sipil di Jalur Gaza. Badan itu juga akan mengeluarkan lebih banyak izin bagi para pengusaha Gaza untuk memasuki Israel mulai Kamis (26/8/2021) ini.

“(Pelonggaran) ini bergantung pada kesinambungan keamanan kawasan ini, dan dapat diperluas lebih lanjut jika situasi perbatasan membaik,” ungkap COGAT seperti dikutip AP, hari ini.

Para pejabat Hamas mengatakan, Mesir juga akan membuka kembali sebagian penyeberangan perbatasan utamanya dengan Gaza di Rafah pada Kamis ini. Sebelumnya, Kairo menutup akses masuk ke wilayah Palestina itu sebagai upaya untuk membujuk Hamas—kelompok militan Islam yang menguasai Gaza—agar mewujudkan ketenangan lagi.

Mesir telah berusaha menengahi gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas setelah meletusnya perang selama 11 hari pada Mei lalu yang menewaskan sekitar 260 warga Palestina dan 13 orang di pihak Israel.

Sejak 2007, Israel dan Hamas sudah empat kali berperang, ketika kelompok militan Islam itu muncul sebagai kelompok berkuasa di Gaza.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT