"Hanya China yang memiliki sumber daya dan kemampuan dan kemauan," kata Demers, dikutip dari Reuters, Kamis (3/12/2020).
Sementara itu kepala kontraintelijen Kantor Direktur Intelijen Nasional AS William Evanina mengatakan, mata-mata China telah membidik individu pemerintahan presiden terpilih Joe Biden serta orang-orang yang dekat dengan tim.
Namun Evanina menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Para peneliti China di AS, lanjut dia, yang berada di bawah pengawasan datang atas perintah pemerintahan Negara Komunis itu.
Sebelumnya China menggambarkan kebijakan pengetatan visa AS sebagai penganiayaan politik dan diskriminasi rasial yang melanggar hak asasi manusia.
Hubungan kedua negara di masa pemerintahan Trump memburuk ke tingkat terendah, dipicu perang dagang, isu Hong Kong, perlakuan terhadap muslim Uighur di Xinjiang, Taiwan, serta virus corona.