Ribuan PNS AS Diminta Kembali Kerja meski Pemerintahan Masih Tutup

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

Undang-undang berusia 149 tahun melarang institusi pemerintah federal membelanjakan uang yang belum disetujui Kongres, meskipun dengan pengecualian terbatas yakni untuk kondisi darurat yang melibatkan keselamatan jiwa manusia atau melindungi properti.

"Pemerintahan ini menjadi kreatif dalam kemampuannya melanggar hukum dan menguji batasan-batasan," kata Sam Berger, penasihat senior di Center for American Progress yang juga pernah bekerja di kantor manajemen anggaran pemerintahan Presiden Barack Obama, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Rabu (16/1/2019).

Gaji untuk sekitar 800.000 pegawai pemerintah dihentikan setelah penutupan pemerintah berlaku efektif pada 22 Desember 2018. Namun sebanyak 420.000 di antaranya terpaksa melanjutkan pekerjaan karena mereka bertugas di sektor penting.

Pemerintahan Trump akan memanggil kembali sekitar 46.000 karyawan yang bertugas di institusi pajak, meskipun Departemen Keuangan sebelumnya memutuskan penghentian operasional.

Pegawai lain yang diminta kembali bekerja adalah Asosiasi Pengendali Lalu Lintas Udara. Badan Penerbangan Federal (FAA) menyatakan, setelah cuti selama tiga pekan, para karyawan dipanggil kembali untuk bertugas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

57 tahun lalu

Intelijen AS Kaget, Drone Iran Bentuk Formasi Ubur-Ubur Tembak Jatuh Jet Tempur F-15

57 tahun lalu

Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal