Ribuan Rakyat Kuba Demo Protes Pemerintah, Aksi Massa Terbesar sejak 1994

Ahmad Islamy Jamil
Ribuan rakyat Kuba berunjuk rasa di Ibu Kota Havana, Minggu (11/7/2021). (Foto-foto: Reuters)

Diaz-Canel, yang juga mengepalai Partai Komunis Kuba, pada Minggu sore menyalahkan Amerika Serikat atas aksi demonstrasi tersebut. AS memang menjadi musuh lama Kuba sejak era Perang Dingin. Washington DC pun dalam beberapa tahun terakhir memperketat embargo perdagangannya—yang telah berlangsung puluhan tahun—terhadap Havana.

Diaz-Canel menuturkan, banyak pengunjuk rasa yang turun ke jalan dengan niat yang tulus. Sayangnya, kata dia, mereka dimanipulasi oleh kampanye media sosial yang diatur AS dan “para tentara bayaran” di lapangan. Dia pun memperingatkan, pemerintah tidak akan menoleransi provokasi lebih lanjut.

Beberapa saksi Reuters di Havana melihat aparat keamanan yang dibantu oleh polisi berpakaian preman menangkapi sekitar 24 pengunjuk rasa. Polisi juga menggunakan semprotan merica dan memukul beberapa pengunjuk rasa serta seorang fotografer yang bekerja untuk Associated Press.

Di satu daerah Havana, pengunjuk rasa melampiaskan kemarahan mereka pada mobil polisi yang kosong, menggulingkannya dan kemudian melemparkan batu ke arahnya. Di tempat lain, mereka meneriakkan “Dasar penindas!” kepada polisi anti huru-hara.

Di Kuba, aksi protes massa biasanya dibatasi oleh penguasa. Akan tetapi, demonstrasi antipemerintah di negara kepulauan Karibia berpenduduk 11 juta jiwa itu telah meningkat selama setahun terakhir, meski jumlahnya tidak terlalu signifikan.

Demonstrasi antipemerintah kemarin adalah yang terbesar di Kuba sejak musim panas 1994, kata Michael Bustamante, asisten profesor sejarah Amerika Latin di Florida International University.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
11 jam lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
12 jam lalu

AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini

Internasional
15 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal