RS Bersalin Ukraina Hancur Dibombardir, Komentar Para Pejabat Rusia Ini Berbeda-beda

Anton Suhartono
Rusia dituduh menyerang rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Rusia memberikan keterangan berbeda-beda soal tuduhan pengeboman rumah sakit bersalin di Kota Mariupol, Ukraina, pada Rabu kemarin. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan genosida karena mengebom rumah sakit hingga porak-poranda. 

Banyak pasien tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan tersebut. Ironisnya, serangan menyasar rumah sakit yang seharusnya dilindungi. Terlebih lagi, Mariupol merupakan salah satu kota yang menerapkan gencatan senjata guna membuka koridor kemanusiaan, sebagaimana diumumkan Rusia di hari yang sama.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov saat ditanya komentarnya mengenai serangan itu pada Rabu menegaskan militernya tidak mengebom rumah sakit. 

"Pasukan Rusia tidak menembaki sasaran sipil," katanya, kepada Reuters.

Namun hari ini dia mengubah pernyataan bahwa Kremlin akan menyelidiki keterangan dari militer.

"Kami pasti akan bertanya kepada militer, karena Anda dan saya tidak punya informasi jelas tentang apa yang terjadi di sana. Militer kemungkinan besar akan memberikan beberapa informasi," kata Peskov. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Warga Rusia Ditangkap karena Rekam Demo di Wamena, Imigrasi: Tak Sesuai Visa Wisata

24 jam lalu

Rusia Gandeng RI Kerja Sama Sektor Industri, Jajaki Teknologi Drone hingga Robot Bawah Air

5 hari lalu

Menkes Ungkap Banyak Korban Gempa NTT Alami Patah Tulang, Operasi Sudah Bisa Dikerjakan!

5 hari lalu

RS Lapangan Mulai Beroperasi, Jadi Harapan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal