Mantan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AP)
Ahmad Islamy Jamil

WASHINGTON DC, iNews.id – Sejumlah agen Biro Investigasi Federal AS (FBI) menggerebek rumah mantan Presiden Donald Trump di Palm Beach, Florida, Senin (8/8/2022) waktu setempat. Media Amerika menyebut penggerebekan itu berkaitan dengan penghilangan catatan resmi Trump semasa masih menjabat kepala negara.

Kantor berita Reuters, dengan mengutip salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut melansir, Departemen Kehakiman AS telah meluncurkan penyelidikan tahap awal terhadap kasus itu. Kabar tentang investigasi itu sudah beredar sejak April lalu.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah Lembaga Arsip dan Catatan Nasional AS pada Februari lalu memberi tahu Kongres AS bahwa mereka telah menemukan sekitar 15 kotak dokumen Gedung Putih dari rumah Trump di Florida. Beberapa di antaranya berisi materi rahasia.

Komite Pengawasan DPR AS pada waktu itu mengumumkan akan memperluas penyelidikan atas tindakan Trump. Mereka juga meminta Lembaga Arsip dan Catatan Nasional AS untuk menyerahkan informasi tambahan.

Menurut The New York Times, dengan mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, pencarian FBI di rumah Trump difokuskan pada materi atau dokumen yang diduga dibawa Trump saat meninggalkan Gedung Putih.

Trump sebelumnya mengonfirmasi bahwa dia telah setuju untuk mengembalikan catatan tertentu ke arsip negara. Politikus Partai Republik itu pun menyebut hal tersebut sebagai “proses yang biasa dan rutin”.

Menanggapi penggeledahan di rumahnya itu, Trump menuding lawan-lawan politiknya tengah bermain “perburuan penyihir”.

“Ini adalah masa-masa kelam bagi bangsa kita, karena rumah saya yang indah, Mar-A-Lago di Palm Beach, Florida, saat ini dikepung, digerebek, dan diduduki oleh sekelompok besar agen FBI,” ungkap Trump dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah pelanggaran penuntutan, upaya mempersenjatai sistem peradilan, dan serangan oleh kaum Demokrat kiri radikal yang sangat tidak ingin saya mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2024,” ujarnya.

Dia lantas menyamakan penyelidikan FBI di rumahnya itu dengan skandal Watergate, yakni kejahatan bersejarah di dunia politik AS yang terjadi pada dekade 1970-an.

“Mereka bahkan membobol brankas saya! Apa perbedaan antara ini dan Watergate, di mana para operator membobol Komite Nasional Demokrat? Di sini, sebaliknya, Demokrat mendobrak rumah Presiden Amerika Serikat ke-45,” kata Trump.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT