Rusia Ancam Larang Platform Media Sosial Twitter dan YouTube Cs, Ini Sebabnya

Anton Suhartono
Majelis rendah Rusia mengesahkan RUU yang memungkinkan pemerintah membatasi atau mencabut sepenuhnya platform media sosial Amerika Serikat.

MOSKOW, iNews.id - Pemerintah Rusia segera punya kekuatan hukum untuk membatasi akses operasi perusahaan raksasa media sosial Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini akan diambil jika AS mendiskriminasi media Rusia.

Selain itu Rusia akan mengenakan denda besar kepada platform media sosial yang tidak mau menghapus konten terlarang. 

Dua rancangan undang-undang (RUU) itu telah disahkan oleh majelis rendah parlemen atau Duma, Rabu (23/12/2020), namun masih menunggu persetujuan dari majelis tinggi dan diteken Presiden Vladimir Putin sehingga menjadi undang-undang (UU), seperti dikutip dari Reuters.

Penulis draf kedua RUU mengatakan, pelanggaran yang dilakukan YouTube dan Facebook menunjukkan perlunya UU untuk memperkuat kedaulatan internet Rusia.

RUU pertama memungkinkan Rusia membatasi atau mencabut sepenuhnya platform media sosial. Aturan baru ini dibuat setelah anggota parlemen Rusia mendapat keluhan dari media massa pemerintah bahwa akun media sosial mereka dicurigai oleh Twitter, Facebook, dan YouTube.

Sementara RUU kedua memungkinkan Rusia memberlakukan denda bagi penyedia internet dan platform media sosial yang besarannya 10 sampai 20 persen dari omzet operasi mereka di dalam negeri tahun sebelumnya. Hukuman untuk pelanggaran jenis ini diterapkan jika mereka tidak menghapus konten terlarang setelah berulangkali diperingatkan.

Twitter mulai melabeli beberapa akun resmi media massa Rusia dengan menyebutnya berafiliasi dengan pemerintah. Selain akun resmi media, Twitter juga memperlakukan hal serupa kepada staf senior dan beberapa pejabat penting pemerintah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
28 menit lalu

Iran Serang Uni Emirat Arab, AS Peringatkan Warganya Waspada

Internasional
1 jam lalu

AS Klaim 2 Kapal Perangnya Lintasi Selat Hormuz, Gagalkan Serangan Rudal dan Drone Iran

Internasional
3 jam lalu

Met Gala 2026 Tetap Digelar Mewah walau White House Mencekam!

Internasional
3 jam lalu

Iran Bantah Serang Fasilitas Minyak Uni Emirat Arab, Salahkan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal