Rusia Bantah Gunakan Bom Vakum dan Curah di Ukraina, Singgung Perisai Manusia

Anton Suhartono
Kremlin membantah pasukannya menggunakan bom vakum dan curah di Ukraina (Foto: Reuters)

"Perlu diingat dalam sejumlah kasus yang Anda sebutkan, kita berbicara tentang serangan unit nasionalis yang sama, menggunakan objek sipil sebagai perisai manusia," katanya.

Militer Rusia serta milisi Donetsk dan Luhansk mengungkap beberapa kasus, salah satunya batalyon relawawn Ukraina menggunakan artileri Grad untuk menyerang perkotaan yang dihuni warga sipil. Serangan serupa dilaporkan di kota-kota lain di Donbass. 

Kemhan juga menuduh Ukraina menggunakan amunisi fosfor di sekitar Kiev dekat Bandara Gostomel.

Bom vakum atau senjata termobarik bekerja dengan menghisap oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi. Senjata ini biasanya menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi jauh lebih lama daripada bom konvensional serta bisa membuat tubuh manusia menguap.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

10 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

10 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

11 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal