Rusia Buka Kembali 'Kota Angker' Tempat Pengembangan Racun Novichok

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perintah untuk membuka kembali Shikhany, sebuah kota tempat para peneliti mengembangkan zat pelumpuh saraf Novichok.

Novichok menjadi terkenal setelah penyerangan terhadap mantan agen ganda Rusia yang membelot ke Inggris, Sergei Skripal, serta putrinya, Yulia, di Salisbury pada 4 Maret 2018. Tuduhan itu berbuntut pengusiran lebih dari 140 diplomat Rusia dari 20 negara lebih.

Selain itu, seorang perempuan Inggris, Dawn Sturgess (44), meninggal juga karena terpapar zat kimia ini pada 8 Juli lalu.

Penggunaan Novichok melanggar hukum internasional terkait senjata kimia. Zat beracun ini pernah digunakan saat Perang Dunia II. Para ilmuwan menyatakan, Uni Soviet mengembangkan Novichok terbaru di Kota Shikhany pada 1970-an.

"Presiden Putin menandatangani surat keputusan yang mencabut status 'entitas kota teritorial tertutup' bagi kota kami," kata juru bicara pemerintan daerah setempat, Yulia Ershova, dikutip dari AFP.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Bule Rusia Ngamuk Usai Kecelakaan, Motor Sewaan Dibuang ke Parit di Bali

2 hari lalu

Putin Kaget Rusia Dituduh Dalangi Demonstrasi Rusuh di Banyak Negara Eropa

10 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Beri Keringanan Sanksi Energi Rusia

11 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo, Doakan Sehat dan Sukses

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal