Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov

Anton Suhartono
Pavel Durov masuk dalam daftar buronan internasional dinas keamanan Rusia FSB (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia memasukkan pendiri Telegram, Pavel Durov, dalam daftar buronan internasional, demikian pernyataan badan intelijenFSB. Durov dituduh memfasilitasi kegiatan teroris karena platformnya menolak untuk menghapus posting-an hingga akun terkait Ukraina.

Disebutkan, dinas intelijen Ukraina menggunakan Telegram untuk mempersiapkan sabotase dan aksi terorisme di Rusia, pembunuhan massal, serta penipuan siber yang mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut FSB, tindakan Telegram yang memfasilitasi Ukraina tersebut menyebabkan kerugian materiil miliaran dolar AS.

"Kepala administrasi Telegram, P Durov, telah didakwa sebagai bagian dari kasus pidana yang sedang berlangsung, atas dasar kejahatan berdasarkan Bab 1.1 Pasal 205.1 (bantuan terhadap aktivitas terorisme) dari KUHP Rusia, dia telah dimasukkan dalam daftar buronan internasional," bunyi pernyataan, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (29/7/2026).

Sepanjang Juli, otoritas keamanan Rusia telah menangkap 46 warganya pengguna layanan kencan Telegram "Leomatch" di 16 wilayah. Di antara mereka juga menyerang petugas penegak hukum dan membakar berbagai objek atas instruksi dinas rahasia Ukraina.

Disebutkan, para agen dinas rahasia Ukraina, memanfaatkan layanan kencan Telegram 'Leomatch' dengan menyamar sebagai perempuan. Mereka melakukan kontak online dengan pemuda Rusia untuk menjalin hubungan romantis, mengirim geolokasi tempat pertemuan yang diinginkan, biasanya di pusat perbelanjaan besar atau dekat fasilitas penting.

"Sebagai imbalan, mereka memberikan tiket film, konser, atau hadiah kepada melalui tautan phishing," bunyi pernyataan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Mantan Kepala Badan Anti-Teror Sebut AS Abaikan Temuan Intelijen soal Serang Iran

1 hari lalu

KSAL Laksamana Ali Bertemu Pimpinan AL Rusia di St Petersburg, Bahas Apa?

3 hari lalu

Panas! Rusia dan Ukraina Saling Serang, 15 Orang Tewas dalam Sehari

4 hari lalu

Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal