Rusia Dilaporkan Gunakan Tentara Lumba-Lumba dalam Perang Suriah

Arif Budiwinarto
Citra satelit yang memperlihatkan kandang tentara lumba-lumba di Pangkalan Rusia (foto: H. Sutton)

Pada 2019, senjata mamalia Rusia yakni paus Beluga ditemukan nelayan yang sedang melaut di lepas pantai Norwegia. Nelayan terkaget ketika mengetahui paus tersebut mengenakan sabut khusus.

Bukan sekali ini angkatan bersenjata Rusia berusaha melatih lumba-lumba untuk keperluan militer. Selama perang dingin, mereka menggunakan kemampuan lumba-lumba memancarkan sonar untuk mencari ranjau laut atau mendeteksi keberadaan kapal selam musuh.

Keterlibatan Rusia dalam perang Suriah sudah terjadi sejak September 2015. Presiden Suriah, Basyar al-Assad, meminta langsung pada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membantu mereka dalam menumpas pemberontakan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Rusia Gempur Ukraina Habis-habisan, Apartemen 9 Lantai Ambruk Tewaskan 24 Orang

Internasional
2 hari lalu

Rudal Nuklir Sarmat Lulus Uji Coba, Putin Berterima Kasih kepada Ilmuwan Rusia

Internasional
3 hari lalu

Putin Banggakan Rudal Sarmat: 4 Kali Lebih Dahsyat daripada Rudal Negara Barat

Buletin
4 hari lalu

Rusia Tegaskan Dukungan Program Nuklir Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Nasional
5 hari lalu

Pemerintah Bangun KEK Gudang Minyak Raksasa di Sumatra Gandeng Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal