Rusia Dilaporkan Gunakan Tentara Lumba-Lumba dalam Perang Suriah

Arif Budiwinarto
Citra satelit yang memperlihatkan kandang tentara lumba-lumba di Pangkalan Rusia (foto: H. Sutton)

Pada 2019, senjata mamalia Rusia yakni paus Beluga ditemukan nelayan yang sedang melaut di lepas pantai Norwegia. Nelayan terkaget ketika mengetahui paus tersebut mengenakan sabut khusus.

Bukan sekali ini angkatan bersenjata Rusia berusaha melatih lumba-lumba untuk keperluan militer. Selama perang dingin, mereka menggunakan kemampuan lumba-lumba memancarkan sonar untuk mencari ranjau laut atau mendeteksi keberadaan kapal selam musuh.

Keterlibatan Rusia dalam perang Suriah sudah terjadi sejak September 2015. Presiden Suriah, Basyar al-Assad, meminta langsung pada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membantu mereka dalam menumpas pemberontakan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Putin Sindir Negara Barat yang Yakin Ukraina Akan Menang Perang: Tunggu Saja!

57 tahun lalu

Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?

57 tahun lalu

Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal