Seorang petugas memeriksa pipa gas Rusia di Belarusia. Pipa ini menyalurkan kebutuhan gas untuk kawasan Eropa. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

SIMFEROPOL, iNews.id – DPR Rusia—yang juga dikenal dengan sebutan Duma Negara—mengusulkan agar Moskow menangguhkan pasokan gas ke negara-negara anggota Uni Eropa (UE). Usulan itu menyusul meningkatnya sanksi Barat terhadap Rusia di tengah konflik Ukraina.

Wacana penangguhan pasokan gas ke UE itu disampaikan oleh anggota Duma Negara asal Krimea, Mikhail Sheremet.

“Uni Eropa melanjutkan kebijakannya yang tidak sopan dan memalukan terhadap Rusia,” kata Sheremet dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Sputnik, Minggu (10/4/2022). 

“Menanggapi tindakan tidak bersahabat mereka, saya pikir kita harus menanggapi dengan sanksi keras, yaitu menghentikan sementara pasokan energi sampai rekan-rekan Eropa menyadari bahwa kebijakan agresif terhadap Rusia berbahaya dan dapat dihukum,” ujarnya. 

Dia menuturkan, Uni Eropa melakukan “kesalahan fatal” karena telah memilih Amerika Serikat sebagai sahabat mereka.

Menurut catatan Komisi Eropa, impor gas UE dari Rusia pada 2021 mencapai 45 persen dari total pasokan gas alam di kawasan itu. Negeri beruang merah juga mengekspor 27 persen minyak mentah dan 46 persen batu bara yang dibutuhkan UE sepanjang tahun lalu.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah di Donbas, yang memisahkan diri dari Ukraina.

Para pejabat Rusia mengatakan, tujuan operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Mereka mengklaim warga sipil tidak dalam bahaya akibat operasi itu.

Menanggapi tindakan militer Rusia tersebut, negara-negara Barat meluncurkan kampanye sanksi yang komprehensif terhadap Moskow.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT