Rusia Mulai Operasikan Rudal Nuklir Oreshnik, Kirim ke Belarusia

Anton Suhartono
Rusia mulai mengoperasikan rudal Oreshnik yang bisa membawa hulu ledak nuklir (Foto: Kemhan Rusia)

Rudal jarak menengah terbang antara 500 hingga 5.500 km. Senjata ini sempat dilarang berdasarkan perjanjian era Soviet, namun telah ditinggalkan AS dan Rusia sejak 2019.

Pengumuman pengerahan rudal Oreshnik ini disampaikan saat perundingan perdamaian Rusia-Ukraina memasuki masa kritis. 

Presiden AS Donald Trump, saat menerima kunjungan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Florida, menegaskan Kiev dan Moskow berada dalam posisi lebih dekat menuju penyelesaian perdamaian dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Namun, kedua negara masih berbeda pendapat dalam beberapa isu kunci, seperti tuntutan Rusia terhadap empat wilayah Ukraina dan nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang kini berada di bawah kendali Rusia.

Trump juga mengatakan, negosiasi yang dipimpin AS selama berbulan-bulan masih bisa gagal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

8 hari lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

13 hari lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

15 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal